My Paper Rejected

Abah,.
Ketika engkau sedang sibuk mencari rezeki untuk memenuhi semua kebutuhanku, diwaktu aku hendak pergi jauh dari rumah dengan asumsi mencari ilmu.
Sempatkah engkau berfikir dan tersirat dikepala untuk bertanya ?

“Nak, apa yg kamu inginkan ?”
“Nak, apa yg kamu butuhkan ?”
“Nak, apa yg kamu fikirkan ?”

Ibu,.
Ketika engkau sedang asyik menyetrika pakaianku, melipat pakaianku dan memasukkan kedalam tas besar,.
memberiku motivasi, mendoktrinku untuk jadi anak yg baik, menasehatiku untuk tidak berlaku macam – macam ketika telah sampai disini, adakah terlintas difikiran untuk bertanya kepadaku ?

“Nak, apakah kamu yakin akan ini ?”
“Nak, apakah kamu yakin dengan semua ini ?”
“Nak, apakah kamu yakin dengan pilihan ini ?”

Aku adalah seorang anak yg tak mampu untuk menggelengkan kepala ketika kalian sedang berbicara dan bertanya kepadaku ..

Aku adalah seorang anak yg hanya bisa selalu menganggukkan kepalaku ketika kalian sedang berbicara dan bertanya kepadaku ..

Aku adalah seorang anak yg ingin bisa mendapatkan apa yg orang lain seumuranku dapatkan, mendengar mereka bercerita, menyimak apa yg mereka perbincangkan.

Aku tersentak, aku terhenyak, tapi aku hanya bisa diam dan hanya bisa mebuat letter “U” diraut wajahku yg aku olah untuk bibirku.

Aku hanya ingin mencoba melaksanakan apa yg diperintahkan oleh kedua orang tuaku tanpa sedikit kesalahan.

Aku hanya ingin kedua orang tuaku bangga akan aku.

Tapi detik demi detik, menit demi menit, waktu terus berjalan, musim silih berganti, aku semakin merasakan apa yg dinamakan itu “keterpaksaan”.

Aku tidak bisa mengelak itu, aku tidak ingin menjadi seorang lelaki yg Munafik di dunia ini, tekanan demi tekanan, beban ikut andil memasuki tubuhku, ketidak ikhlasan merayap dibadanku menjamur dan berkembang biak di jasad ini.

Bosan, aku berdiam disini.
Jenuh, aku hidup dikota ini.
Sesal, aku memilih jalan ini.

Hidup dikota orang itu tidak jauh dari apa yg namanya “kesulitan – ketidak nyamanan – kerisauan – kegelisahan – kegundahan” apalagi semua ini adalah jalan yg diberi oleh kedua orang tuaku. Dan telah aku iya kan karena tak ada pilihan lain.

Aku mencoba bertahan, aku mencoba tidak berhenti menyemangati diri sendiri, memotivasi diri sendiri. Karena aku bukan satu – satunya orang yg memiliki kronologi kehidupan yg seperti ini.

Diluar sana jauh lebih lebih lebih banyak. Jangankan yg diluar, disekelilingkupun ada, dan tidak hanya 1 – 2 orang.

Aku disini,
Aku sendiri,
Mencoba mencari apa yg harus aku cari,
Mencoba meraih apa yg harus aku raih,
Karena aku yakin orang tuaku memberi jalan ini, adalah jalan yg baik untukku,
Karena aku yakin orang tuaku tau apa yg aku bakal dapat disini,

Mereka pernah menjadi aku dan aku belum pernah menjadi mereka.
Aku hanya tinggal meneruskan,
Aku hanya tinggal menambahkan,

Aku yakin setelah ini, aku akan mereasakan apa itu yg dinamakan “kebahagiaan – kenyamanan – keamanan – kedamaian – keindahan”

Aku Yakin ITU !!
Dear My Lovely GOD, please show me the WAY.

Coffe Prince

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s