Moment To Remember

Lengkaplah sudah sepi mengurung sendiriku
Terkulai dikunyah nelangsa yang berapi api
Menyusuri jalanan lengang
Bersimbah angin tanpa tujuan

Dalam derap gerimis yang pongah menghujam
Terbuai wajahmu menyusup bertubi tubi
Membawa sebaris kata bahagia yang menenggelamkan nurani
Diatas pengharapan tak berkesudahan

Tentang rindu kusam
Tentang cinta terbuang
Mengutip satu namamu diantara keluh kesah
Gundah gelisah, air mata dan lara

Masihkan ada sedikit senyum darimu
Dibatas penantianku yang kinii makin terbata
Jika masih ada ruang dihatimu
Untukku, sedikit saja, tolong bicaralah
Pada tanah membentang
Pada pohon pohon rindang
Dan angin yang mengusik keangkuhan

Setidaknya biar ada tanda yang bisa kubaca dan kuraba
Janganlah sepi yang hadir
Janganlah semu yang membeku
Karena aku selalu berjalan menujumu

Coffe Prince

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s